Main Article Content

Suci Mulyani
Sahrul Ramadhan
Irfan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi risiko diabetes dengan memanfaatkan rekam medis pasien di Puskesmas Ngali menggunakan algoritma Random Forest. Kasus diabetes melitus terus meningkat, tetapi deteksi dini masih kurang optimal karena gejala awal sulit dikenali dan penggunaan data kesehatan untuk prediksi risiko masih terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran mesin untuk membantu memprediksi risiko diabetes secara lebih akurat. Data yang digunakan terdiri dari variabel seperti kadar gula darah, tekanan darah, indeks massa tubuh (BMI), dan usia sebagai variabel prediktor, sedangkan status diabetes digunakan sebagai variabel target. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan data, pembagian data pelatihan dan pengujian, pengembangan model, dan evaluasi kinerja menggunakan akurasi, presisi,recall, dan F1-score. Hasil menunjukkan bahwa algoritma Random Forest mampu memberikan kinerja klasifikasi yang baik dan stabil dalam memprediksi risiko diabetes. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa indeks massa tubuh, kadar gula darah, dan usia merupakan variabel yang paling berpengaruh dalam prediksi diabetes. Dengan demikian, model yang dihasilkan berpotensi digunakan sebagai alat deteksi dini diabetes dan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan.

Article Details

How to Cite
Suci Mulyani, Sahrul Ramadhan, & Irfan. (2026). Penerapan Model Random Forest Untuk Prediksi Pola Terjadinya Penyakit Diabetes Dengan Pendekatan Machine Learning. Jurnal Sistem Dan Informatika (JSI), 20(1), 50-58. https://doi.org/10.30864/jsi.v20i1.810
Section
Articles

References

Daftar Pustaka
[1] B. M. Index et al., “Indeks Massa Tubuh , Lingkar Perut Dan Gula Darah Puasa Pada Tenaga Pendidik Wanita Poltekkes Kemenkes Bengkulu,” vol. 25, no. 3, pp. 218–224, 2025.
[2] A. Z. Andhani, S. N. Ismanda, and R. K. Apriyani, “Penyuluhan Deteksi Dini Diabetes Melitus Sebagai Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Andir Kabupaten Bandung,” vol. 7, pp. 566–576, 2026.
[3] P. Dan and D. Dini, “Jurnal Pengabdian Masyarakat,” vol. 2, no. 6, pp. 530–541, 2025.
[4] A. Davinka Sembiring Depari, C. Cha Kirana, C. Nissa Oktariana, F. Akbar, and F. Fathoni, “Prediksi Risiko Diabetes Dengan Metode Naive Bayes: Identifikasi Faktor Risiko Utama Dan Evaluasi Akurasi Model,” JATI (Jurnal Mhs. Tek. Inform., vol. 9, no. 4, pp. 6372–6377, 2025, doi: 10.36040/jati.v9i4.14078.
[5] Rini Oktaviani1, “Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Pada Usia Dewasa Di Indonesia,” J. Kesehat. Bidkemas, vol. 15, no. 2, pp. 91–99, 2024, doi: 10.48186/f6qtd712.
[6] M. Anita et al., “KLASIFIKASI FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG MENGGUNAKAN MACHINE,” vol. 16, no. c, pp. 68–78, 2025.
[7] D. Manurung, B. Zealtiel, and A. H. Lubis, “Prediksi Produksi Tanaman Padi di Indonesia dengan Menggunakan Algoritma Random Forest Regressor,” vol. 4, no. 3, pp. 337–345, 2025, doi: 10.47065/comforch.v4i3.2125.
[8] M. C. Ibrahim, “Comparison of Diabetes Prediction Data Using Machine Learning Perbandingan Data Prediksi Diabetes Menggunakan Machine Learning,” vol. 5, no. October, pp. 1423–1436, 2025.
[9] J. Teknologi, “Evaluasi Model Ensemble Learning pada Identifikasi Faktor Risiko Diabetes Mellitus Evaluation of Ensemble Learning Models in Identifying Risk Factors for Diabetes Mellitus,” vol. 15, no. September, pp. 121–130, 2025, doi: 10.34010/jati.v15i2.16238.
Indexed and Journal List Title by: